Bagaimanakah cara memahami suatu fenomena zaman?

Kita semua sadar jika kita hidup di dalam satu dimensi waktu,  tetapi di dalam dimensi waktu yang kita alami terjaadi berbagai situasi dan keadaan yang berbeda-beda,  saya beri contoh kakek dan nenek saya mengalami “zaman penjajahan ”  baik itu zaman belanda ataupun jepang,  “zaman soekarno” . “zaman pak harto ” dan seterusnya , dan sekarang ini kita hidup di :” zaman internet  “. Zaman-zaman yang saya sebutkan diatas dibedakan oleh peristiwa penting dan suasana zaman tersebut , kita yang bisa merasakan “zaman internet” bisa merasakan kemudahan dalam berkomunikasi dari jarak yang sangat jauh dan mendapatkan informasi dari manapun berbeda dengan “zaman wartel ” di mana kita harus mengantri di wartel sangat lama dan sangat sulit untuk menghbungi saudara yang tidak memiliki telepon di rumahnya,  apalagi dengan zaman “telpon kecamatan” yang saya sendiri tidak pernah mengalaminya , saya hanya mendengar tentang keberadaan telpon yang sangat besar dan harus diputar dengan tngan terlebih dahulu sebsl m dipakai dari kedia orangtua saya. Saya sendiri mengalami zaman warnet dan zaman sekarang ketika smartphone digunakan secara meluas,

Sebenarnya zaman-zaman yang saya sebutkan diatas tidak teelampau jauh jaraknya antara satu dan yang lainnya dan zaman-zaman yang saya sebutkan diatas juga saling tumpang tindih,  misalnya ketika saya masih kecil 0 trmpat tinggal saya masih menggunakan wartel tetapi kerabat saya tang yinggal di jaakrta sudah mengenal teelpon genggam , keduanya terjadi di waktu yanf bersamaan tetapi suasana yanf dirasakn sangat berbeda antara orang yang tinggal di tempst yanf lebih maju dariapa orang yang tinggal di tempat yang kuranf maju atau bahkan tertinggal,  bisa kita bayangkan Bagaimana dengan tempat-tempat yang belum tersendiri tersentuh listrik,  mungkin suasana duaan masih sepetti zaman kuno,  saya sendiri mengalami ketika saya masih kecil dan baru saja pindah ke lingkungan rumah saya dsri rumah kakek saya,  di kelurahan lingkungan rumah saya ketika itu Masih jarang perumahan, perumahan yang sudah ada  hanya perumahan tempat tinggal saya dan beberapa perumahan lain beserta pemukiman warga asli,  suasana saat itu masih asri,  udara segar,  terkadang masih ada musang yang berkeliaran di jalan ketika sepi dan tupai masih bergelantungan di pepohonan 

Zaman yang saya maksud diatas juga merubah pola perilaku manusia,  ketika saya baru masuk SMP baru ada bebrapa warnet dan kebanyakan anak remaja masih lebih suka berkumpul dengan membawa sepeda motor di pinggir jalanan sambil mengobrol dan terkadang melakukan hal-hal yang cukup negatif seperti merokok dan berkata kasar.  Kemudian ketika warung internet berekembang  pesat,  warung internet menjadi tempat brrkumpul remaja unyuk bermain game online seperti point blank dan counter strike,  setelah penggunaan interntet  semakin meluas , banyak warung internet yang tutup dan fungsi warung internet sebagai tempat berkumpul menjadi hilang. 

Itulah hambatan saya dalam memahami fenomena yang ada di masyarakat,  apakah cara pandang saya terhadap fenomena si masyarakat sudah benar?  0 apakah dengan membuat kategori zaman sudah cukup untuk mengambarkan fenomena yang terjadi di masyarakst?  Wallhualam bishawab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s