Tidak hanya orang Jawa saja yang tidak fasih melafalkan Bahasa Arab

Belakangan ini netizen INDONESIA disibukkan dengan urusan membaca huruf arab sebabnya adalah beberapa orang pejabat tinggi yan tidak bisa melafalkan Bahasa Arab atau istilah arab dengan lancar ,tentu saja perdebatan tersebut tidak dapat dilepaskan dari unsur politik , mengapa? karena sebagai warga negara Indonesia sudah pasti kita tidak asing dengan imam-imam di kampung yang bacaan al-Quran nya tdiak fasih dan terpengaruh oleh dialek lokal tetapi baru kali ini menjadi masalah karena yang tidak fasih adalah beberapa tokoh politik dan terjadi di tahun-tahun politik . Apabila kita melihat lebih jauh sebenarnya ketidak fasihan membaca huruf Arab memang merupakan tanda kurangnya pembelajaran agama Islam di negara kita tetapi jika memang hal tersebut bermasalah seharusnya yang dipermasalahkan tidak hanya kalangan tokoh politik .Masalah yang digunakan sebagai alat sebenarnya memang merupakan masalah yang nyata dan tidak dibua-buat , ketidak fasihan seorang muslim dalam melafalkan huruf arab sebenarnya cukup merisaukan tetapi yang salah adalah hal ini hanya menjadi perhatian ketika ada masalah politik dan kurang diperhatikan didalam keseharian . saya jamin setelah situasi politk mereda sudah tidak akan ada lagi orang yang dipermasalahkan kefasihannya dan permasalahan ini akan menjdi terlupakan .

Perlu kita ketahui meskipun Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia tetapi tingkat pemahaman umat Islam di Indonesia terhadap ajaran ISLAM dapat dikatakan relatif rendah sehingga banyak orang Islam di Indonesia ,terutama dari generasi tua yang kurang fasih melafalkan kata-kata yang berasal dari Bahasa Arab atau huruf Arab yang sebenarnya tidak ada di dalam BAHASA ASLI yang dituturkan oleh mereka seperti Z, F,Gh, dan ain . Berbeda dengan generasi sekarang yang sudah semakin akrab dengan huruf-huruf “asing ” yang penggunaannya sudah semakin banyak dan wajar baik itu yang berasal dari Bahasa Arab atau Bahasa ASING barat , contohnya adalah generasi kakek buyut saya masih melafalkan nama Umar, Usman , dan Ali sebagai Ngumar, Ngusman , dan Ngali sedangkan Khasan dan Khusein dilafalkan KASAN DAN KUSEN , pelafalan huruf u dan a menjadi “ngu” dan “nga” mungkin pelafalan ini terpengaruh oleh logat Bahasa Jawa yang jarang memiliki huruf vokal di depan Seperti Arjuna disebut sebagai Herjono dan Kh dibaca menjadi k karena orang dulu tidak biasa mengucapkan kh yang berada diantara k dan h . Berbbeda dengan anak zaman sekarang yang sudah akrab dengan hruuf f,z, dan sebagainya yang tidak akrab di lidah orang “jaman” dulu, tentu saja perbedaan kefasihan antara generasi muda dan tua dalam mengucapkan huruf Arab maupun huruf asing yang lain ada penyebabnya . di zaman dulu , mungkin angkatan kakek buyut saya atau malah mungkin sampai angaktan kakek dan nenek saya , guru agama Islam atau Ustad masih sangat sedikit , keberadaan Umat ISLAM yang cukup taat hanya terbatas pada daerah-daerah yang dikenal sebagai daerah santri seperti di kota-kota pesisr utara pulau Jawa itupun di kauman atau kampung arab , sedangkan untuk daerah di sebelah selatan muslim yang taat juga lebih terpsuat di kauman seperti di Solo dan Jogja dan juga di pesantren-pesantren yang tersebar di pedesaan . hal ini semakin diperparah oleh kehadiran penjajah Belanda yang mempersulit penyebaran dan dakwah Agama Islam di luar daerah santri , jika anda pernah membaca kisah Kyai Sholeh darat dari Semarang anda akan menemukan bagian di mana sang Kyai legendaris tersebut membuat kitab dengan huruf arab pegon , huruf arab yang digunakan untuk menulis di dalam Bahasa jAWA untuk mengecoh penjajah Belanda karena jika ketahuan menulis dengan Bahasa Jawa bisa jadi kitab beliau diberangus , oleh karena itulah beliau menulis dengan huruf pegon agar BeLANDA MENGIRA beliau menulis dalam bahasa Arab dan orang jawa kebanyakan pasti tidak bisa membacanya . Di luar komunitas santri diatas kebanyakan Orang Jawa adalah penganut Islam yang tidak taat karena tidak paham ajaran agamanya . Contohnya adalah ada daerah yang dulu pemahaman agamanya sangat parah seperti ronggeng di dalam cerita ronggeng dukuh paruk , tokoh ini dibuat oleh penulis berdasarkan realita zaman dulu ,dan warok homo di ponorogo yang masih ada sampai tahun 1950-an , semuanya berubah setelah adanya G30s Pki , SEMUA ORANG YANG AGAMANYA TIDAK JELAS atau “bejat” dapat dengan mudah menjadi tertuduh komunis , oleh karena itulah setelah kejadian tersebut orang-orang “abangan” banyak yang menjadi lebih paham agama Islam meskipun tidak sempurna ,desa si ronggeng di dalam novel ronggeng dukuh paruk sendiri diserbu oleh tentara karena warganya bisa dibilang , mohon maaf, “jahiliyah”

Perlu kita ketahui juga sebenarnya tidak hanya Bangsa Indonesia saja bangsa muslim yang tidak bisa mengucapkan huruf Arab dengan fasih, misalnya Bangsa Turki , kita semua tahu dan mungkin sering mendengar kata “sultan mehmed” , kata mehmed adalah pelafalan Orang Turki untuk nama muhammad ., Sultan Muhammad al Fatih di Turki disebut sebagai Sultan Mehmed Fetih , jika anda tidak percaya anda bisa melihat di halaman-halaman yang mencantumkan nama Sultan Muhammad Fatih dengan Aksara Latin dan Arab . maka anda dapat menemukan jika di dalam aksara Arab nama beliau ditulis محمد ثانى TETAPI di aksara latin yang berisi nama beliau di dalam Bahasa Turki tertulis “mehmed “, SEDANGKAN Bangsa Persia membaca huruf DH sebagai Z seperti Ridho menjadi Reza dan Muradho menjadi Morteza , persia tidak hanya mencakup Syi’ah Iran tetapi juga mencakup Tajikistan dan sEBAGIAN afghanistan

Sebagai Muslim tentu saja sebaiknya kita mencoa untuk belajar melafalkan bahasa Arab dengan benar karena BAHASA ARAB adalah BAHASA YANG digunakan di dalam al-Quran dan seluruh ilmu agama Islam berasal dari sumbersumber yang berbahasa Arab tetapi alangkah tidak eloknya jika kita mencaci maki orang yang memang sudah tua dan sudh sulit untuk belajar mengucapkan huruf arab apalagi untuk kepentingan politik tanpa ada niatan untuk memperbaiki keadaan umum

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s