Kampung Melayu yang berbahasa Jawa

Pembahasan tulisan Ini berisi tentang kampung melayy yang Ada Di Kota-kota di Pulau Jawa tetapi lebih memberikan fokus Pada kampung melayu di Kota Semarang, Selama ini orang Indonesia mungkin sudah Tahu Dan sudah sering mendengar keberadaan kampung melayu di JAkarta yang terletak Di Jakarta Timur, saya sedikit tertantang untuk menceritakan keberadaan kampung melayu yang Ada Di Kota Semarang Karena tidak vanyak yang Tahu keberadaan kampung melayu di KOta Semarang, mungkin Karena Semarang bukanlah Kota besar yang terkenal seperti Jakarta. Dan yang paling menarik Dari kampung melayu Semarang adalah penduduknya Berbicara Bahasa Jawa , cukup menarik bukan?

Iklan

Tidak hanya orang Jawa saja yang tidak fasih melafalkan Bahasa Arab

Belakangan ini netizen INDONESIA disibukkan dengan urusan membaca huruf arab sebabnya adalah beberapa orang pejabat tinggi yan tidak bisa melafalkan Bahasa Arab atau istilah arab dengan lancar ,tentu saja perdebatan tersebut tidak dapat dilepaskan dari unsur politik , mengapa? karena sebagai warga negara Indonesia sudah pasti kita tidak asing dengan imam-imam di kampung yang bacaan al-Quran nya tdiak fasih dan terpengaruh oleh dialek lokal tetapi baru kali ini menjadi masalah karena yang tidak fasih adalah beberapa tokoh politik dan terjadi di tahun-tahun politik . Apabila kita melihat lebih jauh sebenarnya ketidak fasihan membaca huruf Arab memang merupakan tanda kurangnya pembelajaran agama Islam di negara kita tetapi jika memang hal tersebut bermasalah seharusnya yang dipermasalahkan tidak hanya kalangan tokoh politik .Masalah yang digunakan sebagai alat sebenarnya memang merupakan masalah yang nyata dan tidak dibua-buat , ketidak fasihan seorang muslim dalam melafalkan huruf arab sebenarnya cukup merisaukan tetapi yang salah adalah hal ini hanya menjadi perhatian ketika ada masalah politik dan kurang diperhatikan didalam keseharian . saya jamin setelah situasi politk mereda sudah tidak akan ada lagi orang yang dipermasalahkan kefasihannya dan permasalahan ini akan menjdi terlupakan .

Perlu kita ketahui meskipun Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia tetapi tingkat pemahaman umat Islam di Indonesia terhadap ajaran ISLAM dapat dikatakan relatif rendah sehingga banyak orang Islam di Indonesia ,terutama dari generasi tua yang kurang fasih melafalkan kata-kata yang berasal dari Bahasa Arab atau huruf Arab yang sebenarnya tidak ada di dalam BAHASA ASLI yang dituturkan oleh mereka seperti Z, F,Gh, dan ain . Berbeda dengan generasi sekarang yang sudah semakin akrab dengan huruf-huruf “asing ” yang penggunaannya sudah semakin banyak dan wajar baik itu yang berasal dari Bahasa Arab atau Bahasa ASING barat , contohnya adalah generasi kakek buyut saya masih melafalkan nama Umar, Usman , dan Ali sebagai Ngumar, Ngusman , dan Ngali sedangkan Khasan dan Khusein dilafalkan KASAN DAN KUSEN , pelafalan huruf u dan a menjadi “ngu” dan “nga” mungkin pelafalan ini terpengaruh oleh logat Bahasa Jawa yang jarang memiliki huruf vokal di depan Seperti Arjuna disebut sebagai Herjono dan Kh dibaca menjadi k karena orang dulu tidak biasa mengucapkan kh yang berada diantara k dan h . Berbbeda dengan anak zaman sekarang yang sudah akrab dengan hruuf f,z, dan sebagainya yang tidak akrab di lidah orang “jaman” dulu, tentu saja perbedaan kefasihan antara generasi muda dan tua dalam mengucapkan huruf Arab maupun huruf asing yang lain ada penyebabnya . di zaman dulu , mungkin angkatan kakek buyut saya atau malah mungkin sampai angaktan kakek dan nenek saya , guru agama Islam atau Ustad masih sangat sedikit , keberadaan Umat ISLAM yang cukup taat hanya terbatas pada daerah-daerah yang dikenal sebagai daerah santri seperti di kota-kota pesisr utara pulau Jawa itupun di kauman atau kampung arab , sedangkan untuk daerah di sebelah selatan muslim yang taat juga lebih terpsuat di kauman seperti di Solo dan Jogja dan juga di pesantren-pesantren yang tersebar di pedesaan . hal ini semakin diperparah oleh kehadiran penjajah Belanda yang mempersulit penyebaran dan dakwah Agama Islam di luar daerah santri , jika anda pernah membaca kisah Kyai Sholeh darat dari Semarang anda akan menemukan bagian di mana sang Kyai legendaris tersebut membuat kitab dengan huruf arab pegon , huruf arab yang digunakan untuk menulis di dalam Bahasa jAWA untuk mengecoh penjajah Belanda karena jika ketahuan menulis dengan Bahasa Jawa bisa jadi kitab beliau diberangus , oleh karena itulah beliau menulis dengan huruf pegon agar BeLANDA MENGIRA beliau menulis dalam bahasa Arab dan orang jawa kebanyakan pasti tidak bisa membacanya . Di luar komunitas santri diatas kebanyakan Orang Jawa adalah penganut Islam yang tidak taat karena tidak paham ajaran agamanya . Contohnya adalah ada daerah yang dulu pemahaman agamanya sangat parah seperti ronggeng di dalam cerita ronggeng dukuh paruk , tokoh ini dibuat oleh penulis berdasarkan realita zaman dulu ,dan warok homo di ponorogo yang masih ada sampai tahun 1950-an , semuanya berubah setelah adanya G30s Pki , SEMUA ORANG YANG AGAMANYA TIDAK JELAS atau “bejat” dapat dengan mudah menjadi tertuduh komunis , oleh karena itulah setelah kejadian tersebut orang-orang “abangan” banyak yang menjadi lebih paham agama Islam meskipun tidak sempurna ,desa si ronggeng di dalam novel ronggeng dukuh paruk sendiri diserbu oleh tentara karena warganya bisa dibilang , mohon maaf, “jahiliyah”

Perlu kita ketahui juga sebenarnya tidak hanya Bangsa Indonesia saja bangsa muslim yang tidak bisa mengucapkan huruf Arab dengan fasih, misalnya Bangsa Turki , kita semua tahu dan mungkin sering mendengar kata “sultan mehmed” , kata mehmed adalah pelafalan Orang Turki untuk nama muhammad ., Sultan Muhammad al Fatih di Turki disebut sebagai Sultan Mehmed Fetih , jika anda tidak percaya anda bisa melihat di halaman-halaman yang mencantumkan nama Sultan Muhammad Fatih dengan Aksara Latin dan Arab . maka anda dapat menemukan jika di dalam aksara Arab nama beliau ditulis محمد ثانى TETAPI di aksara latin yang berisi nama beliau di dalam Bahasa Turki tertulis “mehmed “, SEDANGKAN Bangsa Persia membaca huruf DH sebagai Z seperti Ridho menjadi Reza dan Muradho menjadi Morteza , persia tidak hanya mencakup Syi’ah Iran tetapi juga mencakup Tajikistan dan sEBAGIAN afghanistan

Sebagai Muslim tentu saja sebaiknya kita mencoa untuk belajar melafalkan bahasa Arab dengan benar karena BAHASA ARAB adalah BAHASA YANG digunakan di dalam al-Quran dan seluruh ilmu agama Islam berasal dari sumbersumber yang berbahasa Arab tetapi alangkah tidak eloknya jika kita mencaci maki orang yang memang sudah tua dan sudh sulit untuk belajar mengucapkan huruf arab apalagi untuk kepentingan politik tanpa ada niatan untuk memperbaiki keadaan umum

pENYEBAB NEGARA RUSAK

menurut syekh al mawardi penyebab negara rusak adalah rakyat yang merusak negaranya karena dipicu oleh raja (pemerintah ) yang menuruti hawa nafsu, apabila raja menahan diri dari menuruti haa nafsu maka rakyat pun akn mehanan diri dari merusak negaranya ,

Walisongo:Sunan Giri, Giri Kedaton, dan Hubungan Gresik dengan Ambon.

Pulau Ambon ternyata sudah memiliki hubungan yang baik dengan Kota gresik di Jawa Timur karena pengaruh dari Sunan Giri , Sunan Giri adalah seorang ulamadari dzuriyah Rasullulah Shallahu Alaihi Wassalam . Beliau merupakan anggota Walisongo yang sangat dihormati dan merupakan pengganti Sunan Ampel sebagai mufti dan pemimpin ulama se-tanah Jawa .Beliau memiliki sebuah kerajaan kecil di Kota Gresik yang disebut sebagai giri Kedaton. Giri Kedaton memiliki peran ganda yakni sebagai pesantren dan tempat pemerintahan , giri kedaton berada di puncak sebuah bukit dan dibawahnya terdapat sebuah danau kecil yang bernama Telaga Pegat , perlu diingat telaga disini adalah danau dan bukan telaga artinya sumur(https://kbbi.web.id/telaga). Giri kedaton diperintah secara turun-temurun oleh keturunan Sunan Giri sampai VOC masuk.

Giri Kedaton sendiri pernah diserbu oleh tentara Majapahit suruhan Girindrawardhana ,serangan tersebut gagal setelah pasukan majapahit terkepung oleh genangan air dan diserang oleh keris kalamunyeng , menurut cerita rakyat ketika tentara Majapahit sampai ke telaga pegat tiba-tiba persawahan disekitar prajutir majapahit berubah menjadi genangan banjir yang tidak dapat dilalui ,melalui tambak setelah itu pasukan majaphit melanjutkan serangan tetapi kemudian kocar-kacir oleh serangan keris kalamunyeng , keris kalamunyeng menurut cerita rakyat adalah pena ,Basa Arab :Qalam , yang digunakan oleh sunan giri untuk menulis kitab ketika pasukan majaphait yangh sebelumnya terkepung oleh banjir merangsek ke pwsanstren giri , pena atau kalam tersebut dilemparkan oleh Sunan Giri ke Uudara dan berubah menjadi keris yang terbang berputar-putar dan menyerang prajurit majaphit yang menyerbu pesantren beliau ,wallahualam bishawab apakah benar kejadiannya seperti itu hanya ALLAH DAN PARA PELAKU ASLINYA YANG TAHU .hal seperti itu bisa saja terjadi karena memang para waliyullah memiliki karamaah tetapi ada sejumlah orang yang mencoba menjelaskan persitiwa diatas secara rasional, yang pertama sangat mungkin apabila banjir yang mengepung tentaraa mejapahit berasal dari sabotase terhadAP saluran irigasi setempat mengungat tempat para prajurit terkepung oleh banjir berada di area persawahan dan dekat dengan danau , sangat masuk akal apabila saluran irigasi setempat diubah alirannya akan menyebabkan banjir di tempat tertentu seperti halnya sistem kanal di tamansari jogja , kedua mengenai tentara majaphait melwati tambak saat melarikan diri dari banjir , saya kira yang dimaksud tambak disini bkanlah kolam air tempat memlihara udang ataupun ikan tetapi pematang yang ada di sekitar tambak, jadi etelah terjadi banjir masih ada tanah sempit yang dapat dilalui oleh tentara majapahit, tanah sempit inilah yang mungkin disebut sebagai tmbak, ketiga keris kalammunyeng ada sebagian orang ysng meyakini bhawa yang terjadi bukanlah kalam atau pena menyerang para prajurit dalam ujud keris tetapi sunan giri memberitahukan suatu informasi yang membuat para prajurit penyerang kebingungan dan bubar seperti daalam perang propaganda . bagi saya mungkin saja karena pesantren giri terletak diatas sebuah buikit kecil dan pasukan penyerang harus mendaki bukit untuk menyerang pesantren gri , sangat mungkin jika para prajurit dilempari pampflet ketika mendaki bukit giri tetapi saya sendiri ragu apabila sunan giri menyebarkan pamflet berisi informasi terntentu kepada para prajurit yang berada di bawah bukit giri karena mungkin banyak prajurit rendahan yang tidak bisa membaca mungkin saja tulisan ynag saya maksud diatas hanya diberikan kepada para perwira yang mengapung di bawah , kemudian para perwira tersebut saling gontok-gontokan dan prajurinya kocar-kacir wallhualam bishawab .msih munhkin jika memang kerajaan giri bertahan murni karena karamah yang sulit dijelaskan oleh akal..

Setelah Sunan Giri wafat GIRI kedton diperintah oleh keturunan-keturunan beliau, saya tidak hafal siapa saja para pemimpin giri kedaton sepeninggal Sunan Giri PERTAMA tetapi ada beberapa julukan yang diberikan untuk keturunan Sunan Giri yan gmemrintah giri kedaton seperti Sunan Prapen dan Panembahan Kawis Guwa . KARENA pesantren giri terletak di gresik tidak heran banyak murid pesantren giri yang berasal dari INDONESIA TIMUR bahkan pulau lombok mnenal Islam dari Sunan Giri Prapen .tidak hanya sampai ke Lombok saja pengaruh dari Giri Kedaton dan Pesantren Giri SUDAH mencapai kepulauan Maluku , saya mendapatkan informasi ini dari buku KARYA USTAD Rachmad Abdullah,s.si.,M,Pd. disana disebutkan bahwa hubungan antara Giri Kedaton dengan Maluku berlangsung sampai abad kedelapan belas ,para pemuda Maluku banyak yang menuntut ilmu Agama Islam di Pesantren Giri , Bhkan ada seorang SULTAN TERNATE yan menikahi putri Jawa .dan menurut seorang aahli Belanda yang bernamaDR.b.j.o/schrieke ketika ada jung dari gresik ,emdartat di maluku selalu disambut scara meriah oleh Suku Kayoa .

Bagaimanakah cara memahami suatu fenomena zaman?

Kita semua sadar jika kita hidup di dalam satu dimensi waktu,  tetapi di dalam dimensi waktu yang kita alami terjaadi berbagai situasi dan keadaan yang berbeda-beda,  saya beri contoh kakek dan nenek saya mengalami “zaman penjajahan ”  baik itu zaman belanda ataupun jepang,  “zaman soekarno” . “zaman pak harto ” dan seterusnya , dan sekarang ini kita hidup di :” zaman internet  “. Zaman-zaman yang saya sebutkan diatas dibedakan oleh peristiwa penting dan suasana zaman tersebut , kita yang bisa merasakan “zaman internet” bisa merasakan kemudahan dalam berkomunikasi dari jarak yang sangat jauh dan mendapatkan informasi dari manapun berbeda dengan “zaman wartel ” di mana kita harus mengantri di wartel sangat lama dan sangat sulit untuk menghbungi saudara yang tidak memiliki telepon di rumahnya,  apalagi dengan zaman “telpon kecamatan” yang saya sendiri tidak pernah mengalaminya , saya hanya mendengar tentang keberadaan telpon yang sangat besar dan harus diputar dengan tngan terlebih dahulu sebsl m dipakai dari kedia orangtua saya. Saya sendiri mengalami zaman warnet dan zaman sekarang ketika smartphone digunakan secara meluas,

Sebenarnya zaman-zaman yang saya sebutkan diatas tidak teelampau jauh jaraknya antara satu dan yang lainnya dan zaman-zaman yang saya sebutkan diatas juga saling tumpang tindih,  misalnya ketika saya masih kecil 0 trmpat tinggal saya masih menggunakan wartel tetapi kerabat saya tang yinggal di jaakrta sudah mengenal teelpon genggam , keduanya terjadi di waktu yanf bersamaan tetapi suasana yanf dirasakn sangat berbeda antara orang yang tinggal di tempst yanf lebih maju dariapa orang yang tinggal di tempat yang kuranf maju atau bahkan tertinggal,  bisa kita bayangkan Bagaimana dengan tempat-tempat yang belum tersendiri tersentuh listrik,  mungkin suasana duaan masih sepetti zaman kuno,  saya sendiri mengalami ketika saya masih kecil dan baru saja pindah ke lingkungan rumah saya dsri rumah kakek saya,  di kelurahan lingkungan rumah saya ketika itu Masih jarang perumahan, perumahan yang sudah ada  hanya perumahan tempat tinggal saya dan beberapa perumahan lain beserta pemukiman warga asli,  suasana saat itu masih asri,  udara segar,  terkadang masih ada musang yang berkeliaran di jalan ketika sepi dan tupai masih bergelantungan di pepohonan 

Zaman yang saya maksud diatas juga merubah pola perilaku manusia,  ketika saya baru masuk SMP baru ada bebrapa warnet dan kebanyakan anak remaja masih lebih suka berkumpul dengan membawa sepeda motor di pinggir jalanan sambil mengobrol dan terkadang melakukan hal-hal yang cukup negatif seperti merokok dan berkata kasar.  Kemudian ketika warung internet berekembang  pesat,  warung internet menjadi tempat brrkumpul remaja unyuk bermain game online seperti point blank dan counter strike,  setelah penggunaan interntet  semakin meluas , banyak warung internet yang tutup dan fungsi warung internet sebagai tempat berkumpul menjadi hilang. 

Itulah hambatan saya dalam memahami fenomena yang ada di masyarakat,  apakah cara pandang saya terhadap fenomena si masyarakat sudah benar?  0 apakah dengan membuat kategori zaman sudah cukup untuk mengambarkan fenomena yang terjadi di masyarakst?  Wallhualam bishawab

Cerita Dongeng pergi ke Arab

Saya pernah mendengar paling sedikit dua buah dongeng tentang tokoh asal Nusantara yang pergi ke Arab, saya harap pembaca hanya menanggapi dongeng-dongeng yang saya ceritakan di pos ini sebagai dongeng semata hasil ketidak tahuan nenek moyang kita tanpa pelu menghujat nenek moyang kita yang sudah brjuang.

Dua buah cerita yang saya maksud adalah cerita perjalanan syarifah Mudahim yang menikah dengan Sultan Mesir dari Bani Hasyim yang menguasai BANI ISRAIL , PRLU DIINGAT SAYA TIDAK BERMAKSUD MENGHINA ATAU MENGHUJAT hanya berusaha menjealskan cerita yang ada secara rasional berdasarkan fakta yang ada . karena apabila suatu hari ditemukan bahwa cerita-cerita yang ada di sini tidak sesuiai dengan fakta yang ada mungkin orang-orang akan menolak mentah-mentah semua cerita yang sudah diwariskan secara turun-temurun .  Memang pada cerita yang saya baca terdapat bebeapa ketidak sesuaian dengan fakta sejarah yang ada sehingga sangat mungkin jika suatu saat cerita yang saya sebutkan disini ditolak secara total oleh generasi muda. Saya sendiri berpandangan bahwa cerita-cerita yang saya bahas di bawah ini benar-benar terjadi hanya saja terjadi sedikit kesalahan pada identitas para tokoh karena keterbatasan informasi yang ada pada zaman dulu. Mohon Maa apabila terdapat kesalahan pada penilaian saya ini .

Pertama-tama saya akan membahas tentang ketidak sesuaian yang ada di cerita rakyat Sunan Gunung Jati dengan fakta siapakah penguasa mesir yang menjadi ayah dari Sunan Gunung Jati .di dalam cerita tersebut diceritakan bahwa SyarifahMudaim menikah dengan Sultan Bani Hasyim di Mesir, padahal yang kita ketahui pda tahun-tahun tersebut yang menguasai Mesir adalah Daulah Mamalik atau dalam Bahasa Inggris Mamelukes , negara muslim yang pendirinya berasal dari budak-budak asal Asia Tengah dan Eropa Timur , berarti yang memegang kontrol efektif di Mesir adalah Mamalik dan bukan BANI HASYIM MESKIPUN DEMIKIAN , JIKA ANDA MEMBACA SECARA TELITI sebenarnya pada masa itu ada Bani Hasyim yang tinggal di Mesir setelah Baghdad dihancurkan oleh Mongol yaitu Khalifah Abbasiyah yang hanya memegang fungsi simbolis dan kekuasaan dijalankan oleh Mamalik , namun Bani Abbas adalah keturunan dari Ali bin Abi Thalib tetapi tidak menutup kemungkinan banyak keturunan Alawiyin yang menetap di Mesir dan diperlakukan secara terhormat layaknya para pejabat negara , bisa jadi penyebutan gelar Sultan Mesir adalah penyederhanaan ,akan sulit jika suatu cerita rakyat harus menjelaskan adanya suatu posisi di dalam negara yang sebenarnya tidak meiliki peranaan apapun tetapi dihormati sebagai simbol , tidak terbayang susahnya apabila nenek moyang kita harus menceritakan kedudukan sebenarnya dari sang Sultan Mesir di dalam cerita kepada rakyat yang masih awam akan dunia luar , mungkin bagi rakyat yang di zaman itu masih awam satu-satunya orang yang bissa dihormati seperti raja hanyalah raja saja , tidak terbesit sedikitpun di dalam benak rakyat waktu itu tentang adanya kedudukan yang tidak memerintah negara tetapi hanya menjadi simbol saja , oleh karena itulah nenek moyang kita menyederhanakan kedudukan tersebut sebagai Sultan Mesir dan memang secara Simbolis Bani Hasyim adalah pemimpin di Mesir meskipun secara de FACTO kekuasaan ada di tangan bani Mamalik atau Mamelukes. 

Cerita yang cenderung menyederhanakan fakta seperti di atas juga ditemukan dalam cerita tetang sang Singa Allah , Hamzah bin Abdulmuthalib R.A versi Jawa atau di dalam Bahasa Jawa disebut sebagai Amir Ambyah(maksudnya Amir Hamzah) , di dalam cerita tersebut terdapat keganjilan seperti AbdulMuthalib kakek dari Nabi Muhammad Shallahu Alaihi Wassalam disebut sebagai Adipati Mekkah dan Al-Wahsyi budak asal Eithiopia disebut sebagai Raja Jenggi , sebuah keanehan yang tidak hanya membuat orang menjadi heran tetapi juga bisa memicu kemarahan , bagaimana bisa ada gelar seperti adipati Mekkah dan Raja Jenggi apalagi orang yang diberi gelar raja merupakan seorang budak, sebuah penyimpangan yang luar binasa  biasa . Yang saya tangkap dari cerita itu adalah , masyarakat Jawa ketika cerita tersebut dituturkan belum mengenal dunia luar dan hanya mengetahui negara seperti negara yang ada di Pulau Jawa dengan jabatan seperti raja ,adipati, tumenggung, mantri . patih dan sebagainya .tentu dengan pengetahuan yang sangat terbatas ini Orang Jawa pada masa itu bisa kebingungan apabila dijelaskan posisi AbdulMuthalib yang sebenarnya sebagai pemimpin Kota Mekah yang jelas berbeda dengan sistem pemerintahan Kerajaan Jawa yang feodal yang hanya mengenal jabatan raja  dan sebagainya . Pemimpin Mekah jelas bukanlah raja atau yang dalam bahasa Arab disebut sebagai Malik karena memang pemimpin Mekkah tidak berdasarkan dari keturunan dan di Kota Mekah ada Majelis pembesar Quraisy di Darun-Nadwah , sebuah sistem yang jauh berbeda dari Monarki Jawa . karena itulah mungkin daripada masyarakat kebingungan dijelaskan bahwa kakek dari Rasullulah adlah seorang adipati karena beliau adalah pemimpin dan gelar raja dirasa tidak cocok denga beliau . begitu juga dengan gelar Raja Jenggi dari AL-WAHSYI , kita tahu orang Jawa pada masa itu dan juga sampai sekarang masih menganggap penting strata sosial , di dalam cerita-cerita rakyat Jawa seorang raja atau seorang yang memiliki kedudukan yang tinggi pasti dalam pertempuran berhadapan dengan orang yan memiliki kedudukan yang setara , mungkin bagi Orang Jawa di zamn itu akan terasa sangat aneh apabila seorang paman dari Rasullulah yang memiliki kedudukan sangat mulia justru gugur ditangan seorang budak , tentu saja pandangan seperti ini salah karena mendistorsi fakta yang ada , tetapi kita cukup memahami bahwa alam pikiran masyarakat di zaman itu belum semaju sekarang . istilah Raja Jenggi sepertinya diambil dari istilah Zanj yang artinya adalah orang afrika yang berasal dari pantai timur afrika , mungkin istilah ini sulit dilafalkan oleh lidah orang Jawa zaman itu sehingga berubah menjadi jenggi , sebuah kata yang juga meruapakn sinonim dari hitam , sekarang kata ini sudah jarang ditemukan .

gambar daerah di sebelah timu/bawah gedawang

daerah yang dipenuhi oleh cabang-cabang sungai tersebut teletak di sebelah timur kelurahan gedawang , ssebagain masuk ke Kota ATLAS namun sebagian besar masuk ke ungaran timur , penanda gunung tugel yang terlihat pada peta terletak di kelurahan jabungan tetapi hanya memiliki akses jaln beraspal dari kelurahan gedawang , penanda view Gp 3 MENANDAI tempat di perumahan gedawang permai tiga, perumahan ini bagian ujungnya adalah jurang dan tanah yang ada di bawah jurang lebih rendah daripada tanah di atasnya saya sering membayangkan tempat luas di bawah jurang ini sebagai temapt munulnya pasukan msuh dalam jumlah besar ala film the lord of the ring  

Gambar mungkin berisi: 1 orang
kontur tanah di gedawang permai tiga yang curam di bagian selatan